DATE OR LOVE.?!!
Chapter 2
Title :DATE OR LOVE.?!!
Author :Park Rye Ah a.ka Riszka h.s
Genre :Romance, Sad, Horor (kalo
jadi :-P)
Ratting :PG-15
Lenght :Chapter
Cast :-Byun Baekhyun a.ka Baekhyun
(EXO)
-Lee SoonKyu
a.ka Sunny (SNSD)
Other cast :-Kwon Yuri a.ka Yuri (SNSD) a.ka
Byun Yuri
-Ny.Byun and
Tn.Byun (Omma and Appa Baekhyun+Yuri)
Hai...
readers author balik lagi dengan ff yang super gaje ini nih..
sebenernya ff ini juga terinspirasi dari beberapa ff lain, jadi gak heran kalo ceritanya agak agak mirip saa ff dari aurtor lain. Tapi, ini bener bener hasil dari pemikiran author sendiri. Jadi..
sebenernya ff ini juga terinspirasi dari beberapa ff lain, jadi gak heran kalo ceritanya agak agak mirip saa ff dari aurtor lain. Tapi, ini bener bener hasil dari pemikiran author sendiri. Jadi..
DON’T COPAS
DON’T BASHING, and
TINGGALKAN JEJAK YA....!!
Happy Reading......
Sunmarry:
Hari itu dimana semuanya hancur dan kelam.... Dan hanya ada 1
penerangan “CINTA”
>Chapter 1...
“K...k..kau....?!!
Keturunan keluarga Lee, bagaimana bisa...!!”ucap yuri yang nampak takut melihat
wajah, terutama 2 bola mata sunny. Sunny pun hanya bingung melihat tingkah yuri
yang seketika berubah aneh
“baekhyun...!!
bagaiamana bisa kau membawa pembunuh ini ke dalam rumah...!!? cepat usir dia,
dan akhiri hubungan kalian...!!” kata yuri sebelum akhirnya dia berlari
meninggalkan kamar baekhyun.
Baekhyun pun
langsung menatap sunny yang kini tengah memberesi tasnya
“aku pulang
dulu baek..” ucap sunny dengan mata yang beraca kaca
“biar ku
antar” kata baekhyun khawatir
“tidak usah,
ini belum terlalu larut. Aku akan naik taksi saja” tolak sunny sambil berjalan
ke luar kamar
“mianhae,
aku akan minta penjelasan pada nuna” kata baekhyun pada Sunny
“ne,
sebaiknya memang seperti itu” kata sunny sebelum akhirnya berlari keluar rumah
baekhyun.
----------CHAPTER 2----------
>Sunny POV.....
“Apa apaan
yeoja itu.?, se’enaknya saja menyebutku pembunuh.!” Gumamku sambil berjalan
cepat mencari taxi.
Tiba tiba terdengar suara gemuruh yang sudah sangat ku
hafal dari mana datangnya, dan sebuah sosok hitam besar pun sudah berada di
samping ku.
“bukannya
kau memang seorang pembunuh.? Lee SunKyu” suara berat keluar dari sosok hitam basar itu
“ya...ya..ya..
kau ini apa apaan, aku memang seorang pembunuh, tapi baru orang itu yang sudah
berani berbicara di depan mukaku. Dan tadi kau panggil aku apa.? Lee Sunkyu.?,
sudah ku bilang jangan sebut nama itu lagi. Aku adalah Sunny”-aku sunny, sambil
berusahaa meninggalkannya.
Sudah ku tau
berusaha meninggalkannya adalah hal yang mustahil, karena dia akan selalu
menempel ke manapun tempat yang ku tuju.
Dia adalah
sossok pelindung yang selalu menjadi pelindung keluarga Lee secara turun
menurun dan aku adalah keturunan yang ke-21, jadi bisa ku pastikan umurnya
adalah sangat tua. Dan kami, keluarga Lee akan selalu mengikuti saran demi
saran yang makhluk itu berikan, karena jika kita melanggaar, kematianlah yang
akan menjadi takdir kita.
“kau itu..
yang penting tetaplah di jalurmu.!” Perintah makhluk itu dan langsung
menghilang begitu saja
“dasar
makhluh besar jelek” gumamku sambil terus berjalan.
>Baeekhyun POV....
Setelah
sunny keluar dari rumah ku, dengan cepat aku langsung keluar kamar dan berlari
ke kamar Yuri nuna...
Cklekk......
Bunyi itu keluar
saat aku membuka kamar nuna yang terlihat sangat gelap, hanya ada 1 penerangan
yang berhasil ku lihat dan itu berasal dari meja kerja nuna.
Dapat ku lihat
tubuh nuna yang sedang meringkuk di bawah meja kerjanya dan sepertinya ia tidak menyadari kedatanganku.
Dengan hati
hati akupun berjalan menghampiri nunaku, tidak ingin mengejutkannya.
Setelah
semakin dekat samar samar dapat ku dengar nunaku itu sedang menangis. Dengan
pelan ku sentuh pundak yang nampak berguncang itu, dan agaknya ia nampak
terkejut.
“nuna, apa
yang kau lakukan?” sambil menenangkannya aku mencoba untuk bertanya
“dia.. hiks.. dia kembali Baek... hiks... hiks” dapat ku lihat tubuhnya
yang makin berguncang
“siapa dia
nuna?” tanyaku yang masih nampak bingung.
Belum sempat
menjawab pertanyaanku, nuna nampak sudah berdiri dan berjalan menuju rak
bukunya, akupun hanya diam dan menunggu apa yang nuna akan lakukan.
Tidak lama
kemudian, nuna nampak sudah kembali dengan membawa sebuah buku besar yang sudah
nampak kuno yang dilapisi oleh sampul berwarna krem dan memiliki gambar yang
aneh.
Dengan
segera nuna pun memberikan buku itu padaku,
“kau sudah
seharusnya mengetahui sejarah leluhur kita” ucap nunaku dan langsung berlalu
menuju ranjangnya.
Tanpa banyak
bertanya akupun membuka lembar dami lembar buku kuno itu.
Dapat ku
lihat banyak gambar gambar aneh yang menghiasi lembaran buku itu, sesekali
dapat ku lihat gambar sebuah makhluk hitam besar yang menakutkan, dan dapat ku
lihat juga ada beberapa tulisan yang nampak susuh untuk dibaca. Dari pada aku
terus bingung, langsung kutanyakan apa maksud buku ini pada nuna.
“apa maksud
semua ini” tanyaku sambil terus membolak balikan lembaran buku itu
“itu adalah
buku leluhur kita” jawab nuna ku dengan nada serius
“lalu apa
hubungannya denganku” tanyaku masih dengan nada bingung
“jelas ada,
karena hampir saja kau membuat dirimu dan keturunan Byun celaka. Kau tau.? Yeoja
tadi adalah keturunan keluarga Lee. Dan dia adalah ancaman untuk kita, dulunya
keluarga Lee lah yang selalu membuat kehidupan manusia terusik, mereka bukan
manusia. Dalam sehari mereka akan menghabisi paling tidak 1-2 orang untuk
membuat jiwa mereka tetap hidup. Dan keluarga kita lah yang sanggup mengusir
monster monster itu. Dan yang sekarang ditakuti adalah mereka telah kembali dan
suatu saat pasti mereka akan membunuh kita, Perlahan.....” jelas nunaku panjang
lebar
“kau bilang
mereka sudah pergi, lalu bagaimana caranya mereka kembali?”-aku baekhyun
“nuna juga
tidak tau Baek, tapi yang pasti mereka menuntut balasan pada kita, karna kita
keturunan terakhirnya” nunaku pun masih menatap depan kosong
“ini
mustahil... !!” sangkalku
“percayalah
baek..!!”bentak nuna. Dan akupun pergi meninggalkan kamar nuna.
Akupun
langsung terbaring lemas di kasur-ku, aku masih berusaha untuk mencerna kata
demi kata yang tadi nuna lontarkan di depan mataku.
Apakah benar
bahwa Sunny adalah ancamanku ‘matahariku’ yang selama ini menerangi hatiku akan
dengan perlahan membuat dunia ini hilang dariku. Aku tidak akan sanggup
membuang perasaan ini....
“INI
MUSTAHILLL.....!!!” teriakku frustasi,
Perlahan
dapat kurasakan sebuah cairan membasahi pipiku. Tiba tiba semuanya buram, dan
lama kelamaan semuanya tampak gelap... (ini bukan mati ya,,, hanya tertidur
saja, kan ga elit Cast utamanya mati dluan #hiraukan)
>Baekhyun POV end....
Pagi itu
langit kota Seoul nampak tidak bagus, ada titik titik air yang jatuh ke tanah
kota itu, sesekali dapat kita rasakan hembusan angin yang sanggup membuat
setiap orang merapatkan Jaket tebal yang mereka pakai.
Jalanan di
kota kota itupun nampak sepi, seakan setiap orang malas untuk keluar menerjang
hawa yang sangat dingin. Namun, nampak seorang yeoja yang berjalan di tengah
hawa itu dengan beberapa lapis baju hangat yang ia pakai.
Tanpa yeoja
itu sadari, seorang yeoja dengan bola mata berwarna merah terang sedang
mengawasi-nya, raut wajah penuh nafsu nampak menghiasi wajah yeoja itu, bukan
nafsu lain, melainkan sebuah raut wajah yang menampakan nafsu se’ekor singa
yang sudah tidak kuat menahan aura mangsa di depan matanya.
Dengan
perlahan yeoja itu berjingkat menghampiri pembawa nafsunya itu. Setelah di
anggap cukup dekat, yeoja itu langsung mencengkram kuat pundak yeoja itu
“apa yang
kau lakukan... aigooo...!!” terkejut- yeoja itu spontan langsung berteriak
setelah melihat raut wajah yang menakutkan itu kini berada di depan matanya
“Grrr....
anak SMA rupanya, darah segar... Grrrr.....” geram yeoja bermata merah itu.
Dengan cepat ia segera menancapkan gigi tajamnya yang sedari tadi tersembunyi
di balik bibirnya, pada leher jenjang yeoja yang kini telah lumpuh di atas
pangkuannya.
Dengan
sekejab yeoja cantik itu sudah tidak bernyawa. Dan kini, wajah menakutkan itu
berubah menjadi sosok yeoja yang lebih cantik, matanya kini sudah mulai meredup
dan kembali seperti orang normal biasanya.....
.
.
.
Berbeda
dengan keadaan luar yang sangat mencekam. Kehangatan menyelimuti kediaman
keluarga Byun.
Hari ini
Nyonya, dan Tuan Byun pulang ke Korea setelah sekian lama menetap di Amerika,
sebenarnya bukan pulang, melainkan hanya berkunjung. Karena, lusa Nyonya dan
Tuan Byun akan kembali. Jadi, hari ini mereka sekeluarga bersepakat untuk
mengadakan ‘minum wine’ bersama.
“omma pergi
ke kamar mandi dulu sebentar” kata Ny.Byun sambil beranjak dari kursinya.Yang
lainnya pun hanya mengangguk mengerti dan melanjutkan pestanya.
‘aduh akhir akhir ini aku sering
sekali mengantuk’ ucap
Ny.Byun membatin.
Setelah
selesai dengan urusannya di kamar mandi, Ny.byun pun menyempatkan diri untuk
menyeka muka nya di wastafel yang berhadapan dengan sebuah kaca besar. Setelah
menyeka mukanya Ny.Byun melirik ke arah kaca. Tiba tiba sebuah bayangan seorang
yeoja berambut panjang lewat melewati kaca yang ada di hadapannya.
Ny.Byun pun
mengerjap ngerjapkan matanya berusaha untuk mencerna hal yang baru saja ia
lihat.
“Aaaaaa,........!!!!”
teriak Ny.Byun saat sesosok yeoja berwajah menakutkan kini berada di bayangan
cermin besar itu.
Dengan cepat
Ny.byun pun reflek meraih pisau yang berada di dekat wastafel dan melempar
pisau itu dengan keras hingga kaca itu pecah dan berseringai.
Tapi, tiba
tiba rasa nyeri yang amat hebat menyerang dada Ny.Byun, dengan segera ia raih
dada-nya dan nampak kaget setelah melihat darah yang mengucur dan pisau yang
menancap di dadanya. Seketika Ny.Byun pun terjatuh dengan keadaan pisau yag
menancap di dadanya ke lantai.
“1 orang telah jatuh,
tinggal 3 orang lagi”
ucap seorang yeoja berseringai.
>Baekhyun POV....
“Aaaaaa,........!!!!”
tiba tiba terdengar sebuah teriakan dari arah belakang yang terdengar seperti
omma.
Dengan cepat
aku, appa, dan nuna pun menghampiri omma yang nampaknya masih berada di kamar
mandi.
Saat appa
membuka pintu-nya, kami ber-3 pun langsung menampakan wajah yang amat sangat
terkejut karna dapat kami lihat tubuh omma yang terkulai lemas di lantai kamar
mandi yang basah dengan pisau yang menancap di dadanya dan mengeluarkan banyak
darah.
Dengan agak
bergetar, ku angkat tubuh omma menuju mobil pribadi-ku, dan dengan segera
menancapkan gas menuju Rumah Sakit.
>Baekhyun POV end....
.
.
.
Esoknya,
berita kematian Ny.Byun pun sudah menyebar di seluruk kompleks rumah, bahkan
hingga rekan kerja orang tua Baekhyun di Amerika.
Kejanggalan
di temukan saat polisi sudah berhasil menyelidiki TKP kejadian terbunuhnya
Ny.Byun berlangsung. Karena, dari hasil penyelidikan tidak ditemukaan tanda
tanda bahwa Ny.Byun di bunuh orang dengan sebataang pisau tajam.
Tapi,
setelah melihat keadaan fisik, logis, dan sikapnya sebelum terbunuh. Sangat
tidak waras jika seseorang yang tidak punya ketergantungan dan cukup waras
logisnya untuk melakukan bunuh diri.
“tidak
mungkin omma saya bunuh diri, pak” sangkal baekhyun pada kepala polisi yang
menangani kasus kematian ommanya
“tapi, dari
hasil penyelidikan. Tidak ada tanda tanda bahwa Ny.Byun tewas karena dibunuh
seseorang. Masih ada kemungkinan bahwa pisau itu jatuh dan menancap secara
tidak sengaja pada dadanya, tapi itu tidak mungkin karena keadaan rak pisau dan
tinggi Ny.Byun sangat terlampau jauh di bawahnya” jelas ajussi itu panjang
lebar
“AAArrrgggghhh.....”
geram baekhyun frustasi, sedangkan Yuri hanya bisa merangkul pundak Baekhyun
dan membawanya keluar kepolisian dan beranjak pulang ke rumah.
.
.
>Baekhyun POV....
Hari ini
keadaan rumah sangatlah buruk.
Appa masih murung di kamar sambil menggenggam
erat se-bingkai foto omma.
Dan yuri
nuna sedang merenung di halaman belakang.
Sedangkan
aku hanya duduk di ruangan keluarga sambil memikirkan kejanggalan dari semua
ini.
Hingga tiba
tiba, terdengar sebuah benturan yang sangat keras dari arah halaman samping. Akupun dengan cepat berlari
ke asal suara,
Setelah
sampai, matakupun berhasil membelalak lebar dengan apa yang ku lihat sekarang.
Seseorang yang benar benar aku kenal dan aku banggakan kini berada di depan
mataku dengan keadaan terbaring dan kepala yang hampir benar benar hancur
karena terjatuh dari lantai 2 rumah kami, ada juga 1 bingkai foto omma yang
pecah di sebelahnya.
Dengan
menangis tersendu akupun berjalan menghampiri jazad appa ku yang sangat
mengenaskan, menutupinya dengan baju yang kini sudah ku lepas.
Dan saat itu
juga aku sadar bahwa ‘2 orang yang ku
sayang kini benar benar pergi dari hidupku’.
.
.
Setelah 2
hari berlalu dari kejadian di mana aku dan Yuri nuna sudah meng-kebumikan jazad
ke-2 orang tua kami. Keadaan rumah sama sekali tidak berubah.
Yuri nuna
hanya merenung dan sesekali meenangis tersendu mengingat apapun yang terjadi
kemarin kemarin, miris rasanya melihat seseeorang seperti nuna menangis seperti
itu.
Lalu, apa yang
sekarang aku lakukan...?
Tentu saja
sekarang ini aku sudah sangat kacau, dengan rambut yang berantakan dan baju
yang tidak ditata rapi, aku berjalan menuju garasi untk mengambil mobil,
kulajukan mobilku dengan kecepatan yang sedang karna setidaknya aku masih tetap
waras untuk mengemudikan mobilku secara hati hati dalam keadaan kalut menuju
tempat yang bahkan belum ku pikirkan.
Selama pikiranku
masih berkutat pada hal yang sama yaitu ‘bagaimana
mungkin ke-2 orang tuaku meninggal dalam keadaan seperti itu.?’
Pikiranku
yang lain jusru berjalan menuju seseorang yeoja yang sudah hampir 1 minggu ini tak ku lihat batang hidungnya
setelah kejadian waktu itu di rumahku.
Akupun segera
merogoh saku celana untuk mengambil ponsel dan segera mencari nama seseorang
untuk dihubungi
‘tuuut....
tuuut.... tuuut....’ (author pikir sih itu suara orang lagi nunggu jawaban
di ponsel)
Hingga tiba
tiba terdengar sebuah suara seorang yeoja yang benar benar kurindukan.
“Yeoboseyo.?”
Ucap sunny dari seberang telepon
“hai Sun,
ini aku Baekhyun. Aku ingin kita bertemu di tempat pertama kita bertemu” kata
ku menyahuti Sunny
“sungai Han
maksudmu.?” Tanya sunny
“tentu...
tempat kenangan kita Sun, ku tunggu kau sekarang” gumam ku menjawab
pertanyaannya
“baiklah”
jawaban itu menutup percakapanku dengannya
>Flashback On....
“Ahhh....
!!” kesal seorang yeoja ketika sepeda yang di bawa dalam keadaan bocor tanpa
sengaja masuk ke dalam lubang perbaikan jalan.
Hingga tiba
tiba... “hei... nan gwenchana.?” Ucap seorang namja yang tak sengaja lewat dan
berusaha menolong
Yeoja itupun
berbalik dan menghadap namja yang tadi bertanya tentang keadaannya
“oh..
untunglah tuhan memberkatiku... kau lihat.? Tadi dengan sengaja temanku
mengempiskan ban sepedaku, dan membuatku pulang terlambat dan juga kehujanan.
Entah kenapa juga tiba tiba tadi ada lubang besar untuk perbaikan jalan, dan
sepedaku juga sekarang entah bagaimana tiba tiba masuk ke dalamnya. Oh...
maafkan aku jika aku banyak bicara” ucap yeoja itu yang sekarang tertunduk
malu. Namja itupun terkekeh geli melihat tingkahnya
“tak apa.
Baiklah, sini biar aku bantu. Dan lebih baik kau berteduhlah dulu di sana, anak
kecil sepertimu tidak seharusnya hujan hujanan” ucap namja itu sambil menunjuk
sebuah gubug kecil di tepi sungai Han
“Ehh... anak
kecil.?” Gerutu sunny sambil berjalan ke arah gubug itu.
Setelah 10
menit menunggu, namja yang tadi pun datang ke arahnya sambil membawa sepeda
yang bocor itu.
“maaf
merepotkanmu..” yeoja itupun merasa tak enak
“tak apa,
omong omong.... perkenalkan namaku Byun Baekhyun, siapa namamu.?” Tanya
baekhyun
“Ehhh....
anak Byun.?..., oh aku Sunny, Lee
Sunny imnida” kenal sunny pada baekhyun
“nama yang
cantik, seeperti orangnya” balas Baekhyun yang dapat membuat semburat merah
muncul di ke-2 sisi pipi sunny.
Dari situlah
mereka semakin mengenal hingga seperti sekarang dan menjadi sepasang kekasih.
Dan dari situ jugalah Sunny tau bahwa Baekhyun adalah 'KETURUNAN TERAKHIR KELURGA BYUN’.
>Flashback OF....
.
>Normal POV....
Setelah
mengkhiri percakapannya, mereka berduapun segera berjalan menuju tempat yang
tadi mereka rencanakan secara terpisah. (maksudnya, Baekhyun berangkat sendiri dari arahnya tadi naik
mobil, sedangkan sunny berangkat dari rumahnya. Kalo belum paham, gampar aja
authornya #hehehejangandink mendingdimudengmudenginaja)
“kau tampak
kacau Baek” ucap Sunny pada Baekhyun,
‘Greeep’
belum membalas ucapan Sunny, Baekhyun sudah memeluknya erat.
Sebenarnya
Sunny merasa kaget karena Baekhyun memeluknya secara tiba tiba. Tapi, setelah Sunny
merasakan pundaknya sudah hangat karena sebuah air mata, dan tubuh yang
memeluknya kini berguncang, Sunny pun malah membalas pelukan Baekhyun dengan
erat.
“jelaskan
apa yang mengganjal hatimu Baek... ceritalah padaku” kata Sunny sambil terus
memeluk baekhyun
“kau yang
harus menjelaskan semua ini padaku” balas Baekhyun yang sekarang sudah melepas
pelukannya dengan Sunny, Sunny pun hanya menatap Baekhyun bingung.
“jangan
menampakkan wajah seperti itu, aku tau semuanya” kata Baekhyun sebelum Sunny
bertanya lebih jauh
“baiklah”
jawab Sunny sambil berjalan menuju kursi panjang dan membelakangi Baekhyun.
Sunny
sebenarnya sengaja memunggungi Baekhyun karena kini gumpalan(?) cairan bening
sudah hampir tumpah dari pelupuk matanya.
Meskipun
takdir sebenarnya mengharuskan Sunny untuk membunuh Baekhyun, dalam hati
kecilnya dia sangatlah mencintai Baekhyun lebih dari apapun.
“apapun yang
akhir akhir ini terjadi memanglah ada sangkut pautnya denganku” ucap Sunny
akhirnya
“mulai dari
matinya seorang yeoja SMA, sampai kematian Omma dan Appamu sendiri” dan kini
air matapun sudah tak terbendung lagi, cairan bening itu kini tumpah membasahi
pipi indah Sunny.
Dari balik
badannya, Baekhyun pun hanya menatap punggung yeoja yang bergetar itu dengan
miris.
Dia kini
berfikir bahwa memang tak seharusnya membicarakannya dalam keadaan seperti ini.
Tapi kini semuanya telah terungkap, dan Baekhyun belum juga bisa menghapus rasa
cintanya pada Sunny, dia masih sangat sangat menyayanginya.
Tanpa aba
aba Baekhyunpun langsung memeluk tubuh mungil yang ada di depannya itu dengan
erat.
“maafkan aku
Baek... hiks...” maaf Sunny di pelukan Baekhyun sambil berlinang air mata
“sebenarnya
apa yang terjadi.?” Tanya baekhyun sambil menatap mata Sunny yang kini berada
di depannya.
Sunny pun
menceritakan semua yang menimpa dirinya. Mulai dari alasan kenapa dia membunuh
Omma baekhyun, hingga sosok hitam besar yang selalu ada di sekitarnya dan
mengawasinya.
Mendengar
cerita Sunny, Baekhyunpun hanya menatapnya tak percaya. Tak Baekhyun sangka
ternyata takdirlah yang berbuat sekejam ini padanya.
“apa cara
yang bisa dilakukan agar kutukan menakutkan itu hilang?” tanya Baekhyun
“entahlah,
aku tidak tau Baek. Dan sampai sekarang aku tidak akan pernah sanggup
membunuhmu suatu saat” jelas Sunny yang sudah mulai tenang
“kalau
begitu jangan pernah bunuh aku” kata Baekhyun menanggapi
“semua itu
berjalan saja Baek, aku bahkan tidak pernah tau bagaimana aku membunuh para
korbanku” jelas Sunny
“hanya ada 1
kemungkinan agar aku tidak membunuhmu, yaitu.....”lanjut Sunny menggantung
“Apa, itu
Sun.?” Tanya baekhyun penasaran
“membunuh
diriku sendiri....”
------------TO
BE CONTINUE------------
Ff nya aneh gax.? Pasti aneh bin gaje bin banyak
typo.....
Author harap harap ada yang coment dehh....
ff apik banget aku seneng banget mbacane nganti aku bingung tulisane ^^
BalasHapuspas donk ng-post sg chap.1 klalen runk d edit kh...
Hapus